logo julizar

10 Rekomendasi Saham Blue Chip Bagi Pemula

0 min read

Rekomendasi Saham Blue Chip Bagi Pemula



Peningkatan angka investor saham di Indonesia semakin lama semakin tinggi, ada berbagai banyak cara untuk menginvestasikan uang kita dengan aman dan mudah terutama bagi investor pemula. Saat ini banyak instrumen investasi bodong yang malah memberikan kerugikan bagi para investor. Oleh karena itu, berikut ini adalah rekomendasi saham blue chip bagi pemula yang mudah dan aman. Yuk simak baik-baik

  1. BBRI

Merupakan saham dari Bank Rakyat Indonesia yang menjadi salah satu saham blue chip favorite paling diburu oleh para investor. Sejauh ini saham BBRI memang terus memberikan return yang memuaskan bagi para investor. Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu bank yang tertua dan memiliki kantor cabang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Bank Rakyat Indonesia telah menjadi bank dengan profit tertinggi sejak tahun 2018 dan berhasil mengalahkan Bank Mandiri. Saat pandemi COVID-19 harganya sempat menurun ke titik paling rendah dalam kurun waktu 10 tahun, namun saat ini telah pulih kembali ke kondisi normal. Kesimpulannya saham BBRI masih tetap direkomendasikan sebagai saham blue chip yang memuaskan bagi para investor, meskipun kadang terjadi fluktuasi harga saham dalam jangka pendek.

  1. ICBP

Merupakan saham dari PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang bergerak di bidang makanan instan, kuliner, biskuit, makanan kemasan, pergudangan dan cold storage, perdagangan, dan jasa penelitian dan pengembangan. Pasti kita sudah tidak asing dengan mie instan merek Indomie yang sangat digemari masyarakat Indonesia, PT. Indofood lah yang memproduksi mie instan merek Indomie tersebut. Sudah jelas keuntungan yang didapatkan perusahaan sudah sangat besar, apalagi merek Indomie sudah terkenal di luar negeri dan bisa dimakan di berbagai keadaan ekonomi sehingga dinilai cukup strategis untuk dijadikan rekomendasi saham blue chip.

  1. BBCA

Saham dari Bank Central Asia ini di klaim menjadi saham yang paling diminati oleh para investor. Saat ini BCA sudah menjadi saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI dan telah mengalahkan kapitalisasi TLKM. Di sisi lain, memang saat ini bank BCA menjadi bank dengan jaringan paling luas di Indonesia, rata-rata orang saat ini pasti menggunakan ATM BCA karena kinerja bank BCA yang semakin lama semakin baik dan lebih baik dari bank-bank lain. Meskipun dilanda COVID-19 namun kinerja bank BCA masih tetap baik bahkan pada kuartal I tahun 2020 BCA mendapat kenaikan 8% dari laba yang dia dapat, yaitu sekitar Rp 6,5 T, hal ini merupakan kabar yang baik ditengah pandemi COVID-19 yang melumpuhkan banyak perekonomian di Indonesia.

  1. TLKM

PT. Telkom Indonesia (Persero) merupakan perusahaan miliki negara yang bergerak di sektor jasa telekomunikasi dan jaringan di Indonesia. Pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan istilah Telkomsel yang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Telkom Indonesia ini. Saham TLKM ini bisa dibilang cukup baik dan stabil, jika dilihat dari kebutuhan masyarakat sekarang akan jaringan internet yang sudah menjadi barang komersial. Hampir semua masyarakat mempunyai smartphone bahkan ada yang memiliki smartphone lebih dari satu. Angka pengguna aktif yang semakin meningkat setiap tahunnya dan semakin berkembangnya teknologi menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan ini.

  1. UNVR

Saham dari PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang memproduksi berbagai jenis barang konsumsi yang banyak kita pakai, perusahaan ini juga bergerak di bidang menufaktur, distribusi dan pemasaran. Dalam segi pengelolaan nya juga baik, sehingga para investor tidak perlu khawatir lagi akan tata kelola perusahaan. Pandemi COVID-19 sebenarnya cukup memberi efek pada harga saham UNVR namun tidak terlalu signifikan. Perusahaan multinasional ini memiliki banyak anak perusahaan tidak hanya di Indonesia namun juga di negara lain seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan lainnya. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan tertua di dunia yang pasti bisa menarik para investor namun kita juga harus mengetahui sepak terjangnya terlebih dahulu agar bisa memperkirakan hal-hal yang akan terjadi.

  1. BBNI

Saham dari Bank Negara Indonesia yang merupakan salah satu bank terbesar dan memiliki nasabah yang tergolong banyak. Banyak pihak yang menyatakan bahwa saham BBNI ini patut untuk dibeli karena memiliki beberapa faktor yang menguntungkan. Harga saham BBNI ini cukup murah dan apabila BNI terus meningkatkan kinerjanya maka tidak menutup kemungkinan harga sahamnya akan naik. Seperti yang kita tahu, Bank Negara Indonesia memiliki banyak nasabah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan seharusnya sudah tidak perlu diragukan lagi.

  1. MNCN

Merupakan saham dari PT. Media Nusantara Citra Tbk, perusahaan ini memiliki kepemilikan atas 3 dari 10 televisi Free-To-Air nasional di Indonesia. Stasiun televisi milik perusahaan ini adalah RCTI, MNCTV, dan Global TV, disamping itu perusahaan ini juga memiliki berbagai bisnis lain seperti radio, media cetak, rumah produksi, dan lainnya. Banyak sinetron dan konten hiburan yang biasa kita tonton diproduksi perusahaan ini. Di tahun 2020, tercatat MNCN berhasil memperoleh labar bersih sekitar 1,8 triliun.

  1. INDF

Saham yang berasal dari PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang memiliki usaha di bidang makanan dan minuman, agribisnis, pengemasan perkapalan serta distribusi. Banyak produk dari perusahaan ini yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, perusahaan ini juga memegang hampir semua saham dari ICBP. Karena memiliki tiga anak perusahaan sehingga kondisi perkembangan usahanya sangat dipengaruhi oleh ketiga anak perusahaannya itu.

  1. GGRM

Merupakan saham dari perusahaan pembuat rokok kretek yaitu PT. Gudang Garam Tbk. Perusahaan ini juga memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kertas pembuatan rokok, distribusi, layanan jasa penerbangan berjadwal, jasa hiburan, serta jasa pengolahan tembakau. Jika dilihat dari barang yang diproduksi tentunya akan sangat menguntungkan karena pengguna rokok aktif di Indonesia menduduki peringkat pertama terbanyak di Asia Tenggara saat ini. Meskipun tahun lalu harga rokok mengalami kenaikan oleh pemerintah, namun angka penjualan rokok di Indonesia tidak mengalami perubahan yang signifikan. Rokok juga merupakan salah satu penyumbang cukai terbesar untuk negara meskipun saat ini sudah banyak bermunculan rokok elektrik namun eksistensi rokok kretek tetap bisa bertahan.

  1. BMRI

Merupakan saham dari Bank Mandiri yang merupakan salah satu bank BUMN yang sudah memiliki nasabah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bank Mandiri ini sudah didirikan sejak tahun 1998 serta sudah memiliki ribuan kantor cabang di Indonesia. Sebagian besar saham Bank Mandiri dimiliki oleh pemerintah Indonesia dengan presentase 60 % . Alasan lain BMRI masuk ke dalam saham blue chip yang direkomendasikan adalah karena BMRI adalah saham yang paling liquid di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kapitalisasi pasar mencapai 240,24 Triliun pada tahun 2020. Saat pandemi COVID-19, cukup berdampak pada perubahan harga saham namun banyak investor yang tetap mempertahan kan BMRI karena dinilai saham yang paling aman untuk trading.

Penulis
Shinta Mutiara
President Director Julizar.id
Artikel relevan