Mengenal P2P Lending: Pengertian, Cara Kerja, dan Daftar Aplikasinya

Dwi Agiarti0 min read

Dengan kemajuan teknologi saat ini, segala hal melahirkan banyak inovasi tak terkecuali di bidang keuangan. Inovasi teknologi fintech menawarkan kemudahan bagi konsumen yaitu Investasi P2P Lending. Instrumen pinjam meminjam berbasis Peer To Peer ini tumbuh cepat dan direspon baik oleh masyarakat di Indonesia. Menurut Otoritas Jasa Keuangan atau OJK yang mengawasi P2P, menunjukkan bahwa nilai pertumbuhan P2P naik berkali-kali lipat hanya dalam waktu dua tahun. Namun, sebagaimana sesuatu yang baru, banyak masyarakat yang masih belum mengetahui apa itu P2P Lending. Salah satu yang paling krusial adalah risiko dari P2P Lending. Pada pembahasan berikut ini, kami akan memberikan informasi secara komprehensif perihal apa itu P2P Lending, Cara Kerja, dan Daftar Aplikasinya. Dengan informasi ini, maka Anda bisa mengetahui lebih jauh manfaat, risiko, dan return yang bisa Anda dapatkan dalam melakukan investasi di P2P Lending.

Apa Itu P2P Lending

p2p lending

Bagaimana jika saya ingin meminjamkan uang secara langsung tanpa perantara ke orang lain untuk mendapatkan imbalan bunga atas pinjaman tersebut? Ya, jawabannya adalah dengan P2P Lending. Pinjaman tersebut sudah di seleksi oleh ahlinya dengan beragam proses yang kompleks supaya risiko dapat terkendali. Jadi, P2P Lending ini layaknya marketplace online yang mempertemukan penjual dan pembeli, hanya pembedanya adalah jika P2P Lending menghubungkan pemberi pinjaman dan peminjam secara online untuk keperluan individu atau bisnis.

Peer to Peer Lending adalah metode yang memberikan pinjaman uang kepada individu atau bisnis, dan sebaliknya yaitu mengajukan pinjaman untuk keperluan individu atau bisnis secara online. Dengan P2P Lending, maka setiap orang dapat memberikan pinjaman maupun mengajukan pinjaman untuk berbagai tujuan tanpa perlu menggunakan jasa dari lembaga perbankan.

Ketimbang mengajukan pinjaman melalui lembaga seperti Bank, Koperasi, Jasa Kredit, kehadiran P2P ini lebih cepat dan prosesnya juga jauh lebih kompleks. Sehingga masyarakat lebih mudah bisa mengajukan pinjaman yang didukung oleh orang-orang lain sesama pengguna sistem P2P, Itulah kenapa sistem pinjam meminjam ini disebut “peer-to-peer”.

Beberapa komponen penting dalam P2P Lending diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pemberi Pinjaman, yaitu pihak yang memiliki dana untuk mendanai pinjaman dan mengharapkan return dari hasil pinjamannya.
  2. Penerima Pinjaman, yaitu pihak yang membutuhkan pinjaman dan bersedia membayar biaya atau bunga atas pinjamannya tersebut.
  3. Penyelenggara P2P, yaitu pihak yang menyediakan platform online untuk mempertemukan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman secara online.
  4. Terjadi pertemuan langsung antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman secara online lewat aplikasi P2P.
  5. Bisa dilihat dari beberapa komponen diatas, bahwa P2P Lending menjadi marketplace yang simple dalam kegiatan pinjam meminjam secara online.

Cara Kerja P2P Lending

p2p lending

Dikutip dari laman Wikipedia, terdapat dua pihak yang berperan dalam proses P2P Lending yaitu Pihak Pendana dan Pihak Peminjam. Maka itu, cara kerja P2P Lending dibedakan sebagai berikut:

Peminjam

Peminjam merupakan pihak pemohon yang ingin melakukan pinjaman di aplikasi P2P Lending. Syarat bagi peminjam agar bisa mendapatkan pinjaman adalah dengan mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan pinjaman secara online. Diantaranya yaitu kartu identitas individu atau dokumen identitas perusahaan, laporan keuangan dalam jangka waktu tertentu, laporan keuangan usaha, buku legalitas perusahaan, dan lain-lain.

Persyaratannya bisa Anda lihat di masing-masing aplikasi P2P Lending. Selanjutnya peminjaman bisa diterima maupun ditolak sesuai dengan penilaian pihak penyelenggara P2P. Jika permohonan ditolak maka peminjam harus memperbaiki hal yang menjadi alasan kenapa permohonannya ditolak. Kemudian, jika pinjamannya diterima, maka pihak penyelenggara P2P akan langsung memproses pinjaman, diantaranya menginformasikan suku bunga pinjaman yang akan diterapkan.

Pendana

Sebagai orang yang memberikan dana, nantinya pendana akan memiliki akses untuk menelusuri data-data pengajuan pinjaman di dashboard yang telah penyelenggara aplikasi sediakan. Selanjutnya pendana juga bisa melihat semua data mengenai riwayat pengajuan pinjaman, termasuk data mengenai si peminjam seperti riwayat keuangan pendana, pendapatan, tujuan peminjaman, beserta alasannya.

MOdal Usaha hingga 10 Milyar. Bisa dengan skema Saham, Sukuk atau Obligasi. Mulai investasi sekarang

Jika investor memutuskan untuk memberikan pinjaman tersebut, maka investor atau pendana tersebut bisa langsung melakukan deposit. Kemudian, peminjam akan mencicil dana pinjamannya setiap bulan dan pendana akan mendapatkan return berupa bunga atau keuntungan. Besaran bunga akan tergantung pada suku bunga pinjaman yang telah disepakati.

Aplikasi P2P Lending

p2p lending

Berikut ini 5 aplikasi P2P Lending yang bisa Anda coba jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut aplikasi P2P Lending.

  1. Investree Investree merupakan pionir P2P Lending di Indonesia yang sudah beroperasi sejak tahun 2015. Jenis pinjaman yang ditawarkan Investree yaitu pinjaman bisnis dan pinjaman lainnya. Contoh pinjaman bisnis diantaranya pinjaman toko online, invoice financing buyer financing, dan working capital term loan. Sementara pinjaman lainnya berupa reksadana for Lender yang merupakan hasil kerja sama Investree dan Tanam duit serta pinjaman Surat Berharga Nasional (SBN). Di Investree, Anda bisa memberi pinjaman mulai dari Rp 1.000.000 – Rp 50.000.000 dengan return bunga sebesar 12%-18% setahun dengan tenor investasi 1-12 bulan.

  2. Amartha Aplikasi P2P Lending terbaik di Indonesia yang selanjutnya adalah Amartha. Amartha berdiri tahun 2010 sebagai microfinance, sampai pada tahun 2016 Amartha resmi terdaftar sebagai perusahaan P2P Lending. Amartha fokus pada pendanaan UMKM di pelosok yang belum memiliki akses kredit ke perbankan. Nilai pinjaman di Amartha mulai dari Rp 3.000.000 sampai Rp 5.000.000 dengan tenor investasi 6-12 bulan. Jika Anda ingin mengetahui aplikasi P2P Lending Amartha lebih lanjut, Anda bisa download aplikasinya di Google Play Store dan App Store.

  3. KoinWorks KoinWorks merupakan aplikasi P2P Lending yang populer di masyarakat. Sebagai investor, Anda bisa memilih bidang yang ingin Anda danai, seperti bidang bisnis, pendidikan, dan kesehatan. KoinWorks juga telah dilengkapi dengan dana proteksi untuk meminimalisasi kerugian pendana atau investor. Bunga yang ditawarkan oleh KoinWorks jika Anda berinvestasi di aplikasi ini juga cukup tinggi, yakni berkisar antara 14% hingga 23% dengan tenor investasi 1-12 bulan. Anda bisa download aplikasi KoinWorks di Google Play Store.

  4. Uang Teman Uang Teman merupakan Aplikasi P2P Lending terbaik yang bisa Anda coba dengan plafon pinjaman sebesar Rp 1.000.000 sampai Rp 3.000.000 dengan tenor 10-30 hari. Salah satu kelebihan menggunakan aplikasi P2P Uang Teman adalah proses pencairannya yang cepat, yaitu dalam 15 menit hingga maksimal 2 hari, Anda sudah bisa mendapatkan pinjaman yang Anda ajukan.

  5. Modalku Modalku merupakan perusahaan P2P Lending yang berdiri sejak Januari 2016. Bagi pemberi pinjaman, dapat melakukan pendanaan bagi UMKM yang terdaftar di Modalku. Selain itu, investor juga dapat memilih jenis pinjaman yang ingin mereka danai berdasarkan informasi yang disediakan oleh Modalku. Modalku sendiri memiliki dua produk utama, yaitu Invoice Financing dan Pinjaman untuk UKM. Plafon pinjaman yang dapat diberikan oleh Modalku sampai dengan 2 miliar rupiah dan tenor hingga 24 bulan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar P2P Lending. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Share
Alamat

Jakarta, Indonesia
Menara Citibank LG-001
Jl. Metro Pondok Indah No.1
Pondok Indah
12310


Peringatan Penting

Investasi Crowdfunding properti yang kami tawarkan di situs julizar.com berpotensi kehilangan modal baik sebagian atau seluruh uang yang Anda investasikan. Meskipun tersedia pasar sekunder yang bisa membeli sertifikat induk investasi anda, namun ini akan membutuhkan waktu yang tidak bisa kami pastikan. Ini berarti Anda tidak akan dapat dengan mudah menjual investasi Anda jika Anda membutuhkan uang tunai dalam waktu singkat. Apabila situasi ini terjadi, semua risiko menjadi tanggung jawab anda!

  • 1. OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL–HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
  • 2. INFORMASI DALAM URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.
  • 3. PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.

Pelajari selengkapnya


2019© JULIZAR, All right reserved.